goasuransi.com | Ban adalah komponen penting pada kendaraan, agar tidak mudah rusak penggunaan dan perawatan yang benar menjadi suatu keharusan.

Ban sangat berpengaruh dengan faktor keselamatan dalam berkendara, benda ini bersifat penting karena berhubungan langsung dengan aspal. Komponen yang terbuat dari karet tersebut membutuhkan perhatian khusus agar kinerjanya tetap optimal.

Dengan merawat dan menggunakan ban secara benar, konsumen juga dapat menghemat pengeluaran. Melakukan langkah-langkah sederhana namun rutin dijamin membuat perjalanan aman dan nyaman.

Refil Hidayat selaku Premium Driving Pleasure (PDP) Business Manajer Michelin memberikan empat tips merawat ban dengan benar.

  1. Periksa tekanan angin ban

Upaya mudah seperti melakukan pengecekan tekanan udara sesuai rekomendasi pabrikan mutlak dilakukan. Ban dengan tekanan angin berlebih atau kurang dapat mempercepat usia ban.

Selain itu tapak ban juga semakin cepat aus dengan tidak merata. Sebagai perumpamaan, tekanan angin yang kurang 20 persen dapat mengurangi usia pakai sebanyak 20 persen.

Artinya ban yang seharusnya dapat dipakai hingga 40 ribu kilometer menjadi aus, meskipun baru menempuh 32 ribu kilometer.

Mengatasi tapak ban yang tidak merata, konsumen masih bisa melakukan rotasi ke posisi yang berbeda. Hal ini dapat sedikit memperpanjang usia ban.

Ban dengan tekanan angin kurang membuat penggunaan bahan bakar berlebih. Ini membuat mesin membutuhkan upaya ekstra untuk menggerakkan kendaraan, karena adanya hambatan akibat kurangnya tekanan angin.

  1. Selalu mematuhi kapasitas beban

Pabrikan memproduksi ban dengan ukuran dan kemampuan berbeda-beda. Tidak semua ban memiliki kemampuan yang sama. Load Index atau indeks beban pada umumnya ditempatkan melalui kode di dinding ban.

Dengan mematuhi aturan terkait kemampuan menahan beban pada ban, konsumen dapat mengurangi terjadi panas berlebih yang dapat merusak komponen tersebut.

  1. Mengemudikan kendaraan secara normal

Perilaku berkendara juga menentukan umur ban. Dengan berkendara secara normal, tingkat stress yang dialami ban dapat berkurang sehingga berujung pada daya tahan.

Berkendara secara agresif selain mengundang bahaya, juga dapat merusak permukaan ban. Meningkatnya panas dan potensi kehilangan udara hingga meletus dapat terjadi jika mengemudikan kendaraan terlalu kencang.

  1. Rutin melakukan spooring dan balancing

Kondisi jalan yang beragam berpotensi merubah setingan ban pada kendaraan. Kerap melintasi jalan berlubang, permukaan aspal tidak rata, hingga bebatuan bisa merubah tingkat keseimbangan ban.

Untuk mengembalikkan potensi ban seperti semula, harus diserahkan kepada ahlinya. Spooring dan balancing harus dilakukan secara rutin setiap pemakaian 7.000 km hingga 10.ribu (tergantung rekomendasi pabrikan).

Dengan melakukan langkah sederhana di atas, Anda dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman. Selain itu juga mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan seperti kempis, pecah atau rusak sekalipun.

Sumber :https://www.otospirit.com/mobil/empat-tips-merawat-ban-mobil-yang-benar/26245


Konsultasi Gratis dan penawaran Asuransi Garda Oto terbaik dari www.goasuransi.com

Silahkan Hubungi : Meylin

0813 1095 4818 / 0838 9314 2204

E-mail : mminiar@gomitra.com
E-mail : meylind.gardaoto@gmail.com

( Minta Simulasi Premi )


goastra

Garda oto Asuransi Astra siap melayani Asuransi Mobil anda ayo cek di http://goasuransi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.