goasuransi.com |  Berbagai strategi dibuat PT Pertamina (Persero) untuk dapat menjawab tantangan suplai dan distribusi BBM (bahan bakar minyak). Dan sudah tentu hal tersebut membutuhkan dukungan dari pemerintah khususnya dari sisi reformasi kebijakan, dan alternatif kebijakan sehingga dapat berdampak positif bagi pembangunan nasional dan percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Program harga BBM satu harga dicanangkan Presiden Joko Widodo mengingat selama ini terjadi ketidakadilan harga di berbagai pelosok daerah di Tanah Air. Presiden pun meminta Pertamina untuk mencari solusi agar segera diwujudkan harga yang sama untuk BBM di seluruh wilayah tanah air. Dengan adanya kesamaan harga pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jika harga BBM sama maka akan terjadi pergerakan ekonomi. Nah, instruksi Presiden inilah yang langsung ditanggapi oleh Pertamina. Berbagai moda transportasi harus digunakan Pertamina untuk menjangkau daerah-daerah terpencil, mulai dari truk tangki, kapal tanker, kapal kecil, hingga pesawat.

Pesawat di sini bukan pesawat komersial, melainkan pesawat angkut khusus minyak, Air Tractor, yang difasilitasi Pelita Air Service anak usaha dari Pertamina. Tak tanggung, pesawat ini mempunyai kapasitas daya angkut 8 kiloliter (KL). Dalam sehari, pesawat ini bisa dua kali penerbangan jika cuaca memungkinkan. Selain itu, Pertamina juga mendirikan lembaga penyalur Pertamina di delapan Kabupaten Pegunungan dan Pedalaman ( Puncak, Nduga, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Yalimo, Tolikara, Intan Jaya, dan Pegunungan Arfak).

SVP Fuel Marketing Distribution, Gigih Wahyu Hari Irianto, dalam diskusi di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta,  mengatakan, upaya Pertamina untuk menjalankan Program BBM Satu Harga ini akan merata di 158 kabupaten/kota seluruh Indonesia, hingga 2019. Sampai saat ini, program sudah dijalankan di 10 kabupaten/kota, yaitu 8 di antaranya di Papua ditambah Krayan dan Morotai.

Harga BBM di daerah terpencil seperti pedalaman Papua, Krayan yang berbatasan dengan Malaysia, yang sebelumnya bisa mencapai Rp 60.000/liter kini bisa menjadi Rp 6.450/liter untuk Premium dan Solar Rp 5.150/liter.

Kecepatan realisasi Program BBM Satu Harga sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur yang dibangun pemerintah. Jika infrastruktur sudah bagus, Pertamina bisa mengirim BBM dengan cara lebih mudah dan biaya lebih murah. Pihaknya meminta pemerintah pusat dan daerah membantu mempercepat BBM Satu Harga lewat pembangunan infrastruktur.

Meski biaya pengiriman BBM akan memakan laba Pertamina, Program BBM Satu Harga akan tetap diteruskan karena dampaknya sangat positif bagi perekonomian masyarakat di daerah terpencil.

“Pertamina selalu komit dengan kebijakan yang dicanangkan Pemerintah. “At any cost”, pasti kami sebagai kepanjangan tangan pemerintah akan menanggung biayanya,” pungkas Gigih.

 Sumber :http://www.autocarindonesia.com/auto-news/tantangan-harga-bbm-satu-harga-435397.aspx


Konsultasi Gratis dan penawaran Asuransi Garda Oto terbaik dari www.goasuransi.com

Silahkan Hubungi : Meylin

0813 1095 4818 / 0838 9314 2204

E-mail : mminiar@gomitra.com
E-mail : meylind.gardaoto@gmail.com

( Minta Simulasi Premi )


goastra

Garda oto Asuransi Astra siap melayani Asuransi Mobil anda ayo cek di http://goasuransi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.