goasuransi.com | Power steering adalah sebuah sistem yang memudahkan memutar roda bagian depan. Tanpa sistem ini kemudi akan susah diputar karena berat.

Untung saja saat ini hampir semua mobil-mobil keluaran terbaru sudah punya power steering. Bahkan di kelas terendah sekalipun.

Sayangnya, sistem ini bukan tanpa cela, gak bisa rusak atau lepas dari masalah. Bila kontrol perawatannya diabaikan, siap-siap aja tanggung resiko.

Sistem yang mengerakkan kemudi dengan enteng ini pada dasarnya ada dua jenis, sistem hidrolik dan elektrik (EPS). Dari segi perawatan, tentu yang sistem hidrolik masih jauh lebih mudah dibanding elektrik. Tetapi masalah justru paling sering terjadi pada yang hidrolik.

“Hampir semua jenis kendaran sering bermasalah pada hidrolik. Oli bocor dari seal atau selang, bahkan juga masalah dari terod dan long terod,” beber Raka Ferdynanza, Direktur Piranti Stirindo Utama, bengkel spesialis power steering di kawasan Jakarta Timur, Sabtu (9/9).

Ini terjadi akibat banyaknya pemilik mobil yang tidak tau bagaimana harusnya memperlakukan mobil dengan baik sehingga tidak mengakibatkan kerusakan di bagian tersebut.

“Sistem hidrolik itu artinya bekerja dengan sistem pompa. Parkir dengan posisi roda berbelok itu sangat tidak diperbolehkan. Dalam posisi itu, valve akan terbuka, dan saat mesin dinyalakan, secara otomatis hidrolik bekerja dan menyemprot. Ini yang sering terjadi dan memicu kerusakan,” jelas Raka.

Sementara untuk yang elektrik, perlakuan yang harusnya dihindari adalah melewati genangan air atau menerobos banjir. “Ini bisa bikin dinamo rusak, pokoknya hindari saja kalau ketemu banjir. Biasanya kalau bermasalah pada sistem EPS, kelihatan dari lampu indikator yang menyala.”

Perawatan Berkala Hindarkan Masalah Pada Power Steering

Untuk menghindari masalah terjadi pada sistem power steering, sebaiknya lakukan pengecekan serta perawatan berkala.

“Minimal setahun sekali kuras dan ganti cairan. Ini tidak mahal biayanya. Cuma 180 ribu rupiah sudah sama ongkos kuras dan oli gantinya. Mudah, murah dan bikin awet,” katanya.

Menurut Raka, tanda-tanda permasalahan di power steering sudah bisa di deteksi sejak awal. “Kalau ada kedengeran bunyi-bunyi aneh saat memutar roda kemudi, terus rasanya sudah mulai berat, bisa dipastikan power steering bermasalah,” tegasnya.

Berikut kemungkinan-kemungkinan penyebabnya :

1. Kurang Cairan Power Steering

Power steering akan berfungsi dengan baik apabila ada tekanan yang cukup di bagian piston di dalam rack dan pinion. Jumlah cairan yang kurang tentunya tidak memberikan dorongan maksimal terhadap piston, sehingga pengaruhnya kepada power steering menjadi berat.

2. Power Steering Belt Kendor

Berat ringannya kemudi juga bergantung dari power steering belt. Fungsi belt untuk memulai berhenti melakukan putaran. Ini salah satu komponen yang juga rentan atau mudah rusak. Dijaga agar tidak sampai putus atau longgar. Sebaiknya juga ditanya umur pakai belt power steering hingga berapa kilometer.

3. Rack (rak) Kemudi Rusak

Ini merupakan bagian utama dari kemudi mobil yang biasanya bekerja sama dengan sistem power steering. Setelah penggunaan dalam waktu yang lama, rak kemudi bisa rusak dan aus. Pada saat itu terjadi, kemudi akan lebih sulit diarahkan.

Namun masalah ini akan hilang dengan sendirinya apabila mobil sudah dalam kondisi hidup, seiring kondisi mobil yang makin panas, begitu juga dengan pelumas yang makin merata akan menyebabkan power steering bekerja dengan lebih mudah.

4. Ban Kempis

Boleh dibilang ini lucu, gak ada hubungannya tapi jadi penyebab power steering bermasalah. Otomatis dengan kondisi ban kempis, roda kemudi akan menjadi berat, tapi ini bukan berarti power steering bermasalah bukan?

Langkah-Langkah Antisipasi

Yang paling pertama adalah periksa tekanan udara dalam ban. Pastikan sesuai dengan standard ukuran angin pabrikan. Baru setelah itu periksa tingkat cairan power steering dan cek kondisinya.

Kekurangan cairan power steering bikin kemudi kaku dan keras. Sebaiknya pertahankan cairan tersebut di level yang tepat. Kuras dan ganti cairan setahun sekali.

Pastikan kondisi power steering belt masih dalam kondisi baik. Belt tidak boleh kendor ataupun terlalu kencang. Kalau sudah kelihatan keriting di sisi bagian pinggir belt, saatnya untuk mengganti.

Tapi bila semua hal tersebut berat untuk dilakukan sendiri, ambil instant-nya aja, datang ke bengkel spesialis power steering Piranti Stirindo Utama di Jalan Kolonel Sugiono No 28, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Disini semua masalah power steering kendaraan Anda bisa terselesaikan dengan cepat dan memuaskan.

Sumber :https://www.carmudi.co.id/journal/kenali-gejala-awal-rusaknya-power-steering-mobil-anda/


Konsultasi Gratis dan penawaran Asuransi Garda Oto terbaik dari www.goasuransi.com

Silahkan Hubungi : Meylin

0813 1095 4818 / 0838 9314 2204

E-mail : mminiar@gomitra.com
E-mail : meylind.gardaoto@gmail.com

( Minta Simulasi Premi )


goastra

Garda oto Asuransi Astra siap melayani Asuransi Mobil anda ayo cek di http://goasuransi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.