goasuransi.com | Dinas Perhubungan DKI Jakarta siap menindak lanjuti Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 140 mengenai wajib memiliki garasi bagi pemilik mobil pribadi. Bentuk penindakan yang dilakukan adalah dengan menderek mobil tersebut.

Kepala Dishub DKI Jakarta Andri Yansyah, menerangkan penerapan sanksi akan dilakukan berbarengan dengan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kita langsung derek, tapi pelaksanaannya tidak secara langsung, masih ada sosialisasi seperti peringatan. Kita derek yang parkir di lokasi bukan pada tempatnya karena mereka tidak ada garasi, seperti fasilitas umum. Bila orang itu (pemilik mobil pribadi) masih berbuat sama atau ada laporan dari masyarakat baru kita derek,” kata Andri kepada KompasOtomotif, Jumat (8/9/2017).

Andri menjelaskan, bahwa memang masalah mengenai aturan kewajiban garasi untuk mobil pribadi belum terlalu gencar disosialisasikan. Namun langkah tersebut akan ditempuh sekaligus dalam pelaksanaan.

“Kita pararel saja karena memang aturan ini sudah ada dari 2014, tapi gaungnya kurang. Dari 2015 lalu sebenarnya kita sudah banyak lakukan penderekan untuk mobil yang parkir sembarangan, tapi waktu itu kita punya kendala karena fasilitas mobil derek masih minim. Kalau sekarang kita sudah punya lebih dari 30 unit, jadi bisa lebih menyebar,” ucap Andri.

Aturan tersebut dibuat juga agar tidak menggangu kenyamanan dalam menggunakan fasilitas umum. Dengan begitu, ada nilai etika dalam kehidupan bermasyarakat serta tidak mengganggu satu sama lain.

“Dishub Cari Solusi Soal PArkir Wajib Di Garasi”

Aturan soal wajib punya garasi bagi pemilik mobil pribadi yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 140 memang kurang sosialisasi. Beragam tanggapan datang dari masyarakat soal regulasi ini, mulai dari keberatan, mendukung, sampai sepakat kalau bisa menciptakan ketertiban.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah, mengakui bahwa memang penekanan Perda soal garasi minim sosialisasi. Namun, Andri memiliki beberapa rencana agar mendorong Perda tersebut bisa berjalan.

“Sosialisasi akan kita lakukan sekaligus pelaksanaan, tapi kita juga punya rencana untuk lebih detail memberikan informasi ke berbagai pihak temasuk ATPM (agen tunggal pemegang merek),” kata Andri kepada KompasOtomotif, (Sabtu 9/9/2017).

Andri menjelaskan masalah soal surat kepemilikan garasi atau menguasai garasi untuk menerbitkan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor alias STNK sebenarnya bukan masalah besar. Karena meski seseorang belum punya garasi, namun mereka bisa menyewa tempat yang layak, tinggal nanti dibuatkan izin.

Sejumlah kendaraan roda empat milik warga di Jalan Nipah I, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang diparkirkan di pinggir jalan akibat ketiadaan tempat parkir di kediaman(Alsadad Rudi)

Kewajiban memiliki garasi menurut Andri jangan dipandang sebagai beban, karena memang etika yang baik bila memiliki kendaraan harus ada tempat untuk menyimpan. Jangan hanya dilihat wajib punya karena kebutuhan atau tuntutan gaya hidup.

“Contoh yang tinggal di pemukiman atau perumahan katakanlah, mereka bisa cari lahan untuk parkir sama-sama, dengan begitu tidak menggangu. Nanti perizinan tinggal dibuat, kita akan bantu selama tidak ganggu fasilitas umum,” ucap Andri.

Sedangkan ketika ditanya soal detail wacana sosialisasi yang akan dilakukan, Andri hanya menjelaskan sedang dalam pembahasan. “Saat ini dalam internal (pembahasan) kita upayakan bisa cepat selesai di bulan ini agar dapat solusinya,” kata Andri

Sumber :http://otomotif.kompas.com/read/2017/09/10/083100415/pemda-dki-akan-sosialisasikan-wajib-parkir-di-garasi

Konsultasi Gratis dan penawaran Asuransi Garda Oto terbaik dari www.goasuransi.com

Silahkan Hubungi : Meylin

0813 1095 4818 / 0838 9314 2204

E-mail : mminiar@gomitra.com
E-mail : meylind.gardaoto@gmail.com

( Minta Simulasi Premi )


goastra

Garda oto Asuransi Astra siap melayani Asuransi Mobil anda ayo cek di http://goasuransi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.